TIPS AND TRIK MERAWAT BATERAI :
Li-ION (Lithium Ion)
Okeey
hufft. Brosis. Tulisan ini Gue buat krna banyak yg nanya ttg baterai ini memang
begitulah....harus gini....harus gitu....biar jelas, kali ini gue jelaskan
secara gamblang, ini merupakan info penting saudara-saudara!! Agar anda tahu konsep perawatannya.
Did You know? Li-ion merupakan jenis baterai yang populer dan dipakai pada elektronik konsumen (Battery-Powered Consumer Gadget). Seperti : Gadget Laptop, Smartphone, industri militer, dan Kendaraan Listrik. Baterai Li-ion ini mempunyaI LIFE CYCLE. Paling Rentan rusak jika sering DI DROPS TO ZERO% dan FORCED TO VERY HEAVY WORK yang berakibat overheating >50 Celcius.
Frequently Asked Questions (FAQ) tentang baterai Li-ion :
1. Apakah Baterai jenis Li-ion itu ?
=merupakan baterai jenis Lithium-ion.ini hampir semua elektronik portabel menggunakan jenis Li-ion. Selain
karena mampu menyimpan daya lebih besar, baterai Lithium-ion juga lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan baterai NiCd model jadul. yang sangat beracun.
2.
Berapa Lama Pemakaian dalam
1x full charge ?
=Bergantung kepada seberapa besar Battery
Usage. Seperti tingkat kecerahan layar maksimal, aplikasi yang berat berjalan di
minimized dan dlm standby, dan pemakaian internet 3G/4G. “Semakin boros
penggunaan aplikasi semakin boros baterai”. Kapasitas baterai juga menentukan
pemakaian. || contoh 3000mAh pada Xperia Z1 hanya bertahan 11 jam dengan full
3G, sesekali bermain 3D 30menit, kecerahan low, notifkasi on hanya 5 apps socmed
saja, selain itu gue matikan auto refresh
interval serta notifikasinya :-)
3.
Dirham, katanya baterai
Laptop atau smartphone tidak boleh di-charge
overnight atau semalaman, MENGAPA ?
=YANG
BILANG SALAH KAPRAH. Era Modern ini baterai Li-ion Bersama adaptor
chargernya sudah auto cut-off yang menerapkan
arus AC-DC dan Proteksi thdp tegangan tidak stabil. Apabila 100% fully charged
otomatis aliran listrik ke baterai terputus, dan langsung ke motherboard ,di sini baterai berfungsi
sebagai pelindung Motherboard jika
terjadi tegangan rendah dan tinggi (below & over voltage) seperti : charging
pada GENSET DIESEL, dan Socket listrik di Mobil. Sekali lagi, ini tidak merusak
baterai walaupun di biarkan Fully Charged.
Baterai otomatis menjadi cadangan listrik selama plugged in, fully charged. Sama halnya dengan Smartphone masa kini
2006 ke atas.
4.
Dirham, Berapa banyak LIFE
CYCLE pada baterai Li-Ion?
=LIFE
CYCLE merupakan banyak“nyawa” (charge) dalam sekali habis dibawah 20%. Apabila
kita men-charge di atas 50% kita malah menambah LIFE CYCLE. “Baterai Li-ion semakin awet jika sering di charge
dalam keadaan 50% - 75% hingga fully
charged”. Dan usahakan tidak dipakai saat charging process.
Baterai itu Li-ion dirancang untuk
bertahan antara 250-800 charge (konvensional Li-ion) 1000-2000 charge (super Li-ion),
hukumnya pasti.....bahwa kemampuan baterai untuk menyuplai daya ke laptop akan berkurang. Dengan kata lain ketahanan baterai tersebut hanya berkisar antara 1-3,5 tahun. Namun brosis dapat memperlambat penurunan daya tahan baterai tersebut dengan beberapa cara, yaitu melihat dari suhu baterai, frekuensi pemakaian, dan perawatan yang di lakukan.
hukumnya pasti.....bahwa kemampuan baterai untuk menyuplai daya ke laptop akan berkurang. Dengan kata lain ketahanan baterai tersebut hanya berkisar antara 1-3,5 tahun. Namun brosis dapat memperlambat penurunan daya tahan baterai tersebut dengan beberapa cara, yaitu melihat dari suhu baterai, frekuensi pemakaian, dan perawatan yang di lakukan.
5.
Dirham, Bagaimana bisa orang
SALAH KAPRAH tentang charge-habis-charge ?
=SALAH KAPRAH adalah MIND SET anggapan (salah)
bahwa baterai harus digunakan sampai benar-benar (mau) habis sebelum boleh
di-charge lagi. Ingat! lagi ini berlaku untuk NiCd, dimana pada baterai jenis
ini terdapat fenomena “memory effect”, yaitu baterai ini seolah-olah bisa
“mengingat” banyaknya daya yang terisi pada saat proses charging terakhir.
Sehingga misalnya baterai NiCd kapasitanya masih 65% dan kemudian di-charge sampai penuh (yang berarti mengisi baterai sebanyak 35%), maka baterai ini akan menganggap seolah-olah kapasitasnya tinggal 35%. Namun sekali lagi, ini tidak berlaku untuk baterai jenis Lithium-ion.
Sehingga misalnya baterai NiCd kapasitanya masih 65% dan kemudian di-charge sampai penuh (yang berarti mengisi baterai sebanyak 35%), maka baterai ini akan menganggap seolah-olah kapasitasnya tinggal 35%. Namun sekali lagi, ini tidak berlaku untuk baterai jenis Lithium-ion.
Baterai jenis Li-ion tidak mengenal
fenomena “memory effect” seperti halnya baterai NiCd.
Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai yang terbiasa di-charge ketika kapasitasnya masih 70% – 75% umurnya 5 – 6 kali lebih lama dibanding baterai yang sering di-charge ketika kapasitasnya hampir habis. Sekali lagi, LIFE CYCLE semakin banya.
Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai yang terbiasa di-charge ketika kapasitasnya masih 70% – 75% umurnya 5 – 6 kali lebih lama dibanding baterai yang sering di-charge ketika kapasitasnya hampir habis. Sekali lagi, LIFE CYCLE semakin banya.
6.
Dirham, Apakah Benar baterai
dilepas saat menggunakan laptop dalam kondisi memungkinkan, membuat baterai
awet dan laptop awet ?
= Apakah benar? Jawabnya SALAH!!!
setelah gue googling banyak masukan,
saran dan sumber informasi lain dari master IT dan internet, resiko yang diakibatkan oleh penggunaan
notebook tanpa baterai lebih besar dari pada ketika menggunakannya seperti
biasa. "Simplenya, harga baterai jauh lebih murah dibandingkan dengan harga
komponen (motherboard) di notebook/Laptop"
LAST, THIS IS USEFUL TIPS !!! TANAMKAN KONSEP = DON’T
DROPS IT TO ZERO % dan DON’T FORCED
TO VERY HEAVY WORK
--Charge baterai secara rutin dalam
interval pendek tanpa harus menunggu baterai sampai (hampir) habis
--Jaga supaya temperatur tidak terlalu panas (overheating
>50 C)
--Maka itu ada lembaran pendingin tempel smartphone/tablet.
Bernama cooling pop
--Laptop Di sarankan di-CHARGE terus saat menyala. Sampai status
“plugged in, fully charged, and not
charging”
--Atur sirkulasi udara supaya tetap
lancar (khususnya ventilasi udara laptop)
--Baterai Notebook Dipasang atau Dilepas?sekali lagi, dengan
tegas gue bilang PASANG TERUS!!!
--Untuk penyimpanan dlm waktu lama,
simpanlah ditempat yang sejuk dengan kapasitas 40%
-- Kalibrasi baterai dengan ‘pakai habis’ setiap 30x pengisian
untuk menjaga akurasi elemen di dalam baterai. Caranya, Gunakanlah notebook
hingga baterai habis terpakai sebelum di-charge.
P.S:
“Maka dari itu jangan langsung percaya
kata orang awam IT, bacalah tes uji coba dan researchnya dari sumber
terpercaya. itulah informasi paling benar dan objektif”
Sumber ::: kaskus,
http://batteryuniversity.com/, http://www.mpoweruk.com/ :::
Apa smartphone jg harus rutin di kalibrasi? (1Bln 1x)
ReplyDeleteThanks gan, sangat membantu sekali!!!
ReplyDeleteNice info gan, mkasih
ReplyDeleteTrims info dan tips-nya,
ReplyDeleteSip keren I like you bro..!!
ReplyDeleteThanks gan
ReplyDeletethx bro dirham atas info nya :D dpt pencerahan anti salah kaprah juga akhir nya tentang batre leppy xD
ReplyDeleteoke keren dari sumbernya langsung..
ReplyDeleteGak apa2 kah jika baterai selalu dicas??? Misalnya dalam 1 hari bisa 3-4 kali pengecasan
ReplyDeletegue suka banget gaya lo broo hahahahahh!!!
ReplyDeleteXD
ane juga banyak baca-baca referensi mengenai mind set baterai laptop,
termasuk ane ampe nyasar baca juga blog ente ini, wkwkwkwkk
makin yakin ane gabakalan lepas-lepas baterai..
thanks gan
-+ 4 thn notbook ane digunakan tanpa batre dan alhamdulilla sampai saat ini masih dipake notbook ini
DeleteMakasih gan udah memberi infonya, jadi ane bisa blogging saladinez.blogspot.com lebih lama deh hehehe
ReplyDelete